Sebagaimana kebodohan abadi manusia yang kita pahami dari anggapan lama tentang sejumlah orang buta memegang seekor gajah. Tampaknya selama kita tholabul ilmi akan mengalami di dalam dirinya sendiri pertengkaran antar orang buta semacam itu. Di dalam pergaulan sehari-hari, kita membiasakan diri berlaku sebagai orang-orang buta. Di dalam dunia kekuasaan politik kita membiarkan para penguasa membutakan diri. Di dalam percaturan ini kita dalan pejalan-pejalan buta yang menengadahkan dad, melangkah dengan penuh kemantapan. Mata memandang lurus kedepan seolah-olah ia memancarkan cahaya. Dan saya sedang mengisahkan Nabi Muhamad SAW yang menjadi teladhan bagi umatnya. Hal ini bisa dilihat salah satunya dari kekhusyuan dalam sholat serta tepat waktunya. Tidak seperti layaknya cerita keangkuhan dan gaya hidup modern sekarang ini sehingga melalaikan kewajibannya sebagai umat muslim.